Malam Minggu di Lawang Sewu, Seru!

 


      Bagi sebagian masyarakat luas Indonesia, Lawang Sewu dikenal sebagai bangunan kuno di kota Semarang yang berhantu. Lawang Sewu dirancang oleh arsitek Belanda bernama Cosman Citroen. Konstruksi bangunan didirikan pertama kalinpada tahun 1904 dan diselesaikan pada tahun 1907. Bangunan ini awalnya merupakan kantor kereta api Belanda, Nederlandsch-indische Spoorweg Maatschappij. Namun di tahun ditahun 1942, saat sekutu kalah perang oleh Jepang, Lawang Sewu diambil alih oleh Jepang. Ruangan bawah tanah dijadikan penjara. Tahun 1945, Pemerintah Belanda menjadikan terowongan bawah tanah sebagai jalan untuk sembunyi dan jalan rahasia. Pada saat peperangan itu banyak tentara yang terbunuh, termasuk para pekerja di terowongan itu.









       Setelah Indonesia merdeka, Lawang Sewu diambil alih oleh Pemerintah Indonesia sebagai kantor KAI. Tahun 2009, kompleks Lawang Sewu dikukuhkan sebagai aset budaya. Tahun 2009, seorang reporter dari Jakarta Post, membuat tulisan mengenai Lawang Sewu sebagai bangunan yang terabaikan, gelap dan saksi sejarah yang sekarat. Namun saat Bibit Waluyo menjabat sebagai Gubernur Semarang, maka rekonstruksi gedung dilakukan dengan teliti. Kini, setelah direnovasi, Lawang Sewu yaang artinya Gedung Seribu Pintu dibuka untuk umum.

       Untuk bisa merasakan pengalaman berpetualang di Lawang Sewu, dari Jakarta kita bisa meleati perjalanan darat maupun udara. Perjalanan darat ditempuh dengan menggunakan mobil atau kereta. Setelah sampai di stasiun Semarang Tawang, perjalanan ke Lawang Sewu bisa dicapai dengan menggunakan taksi, tarifnya sekitar Rp 30.000,-. Di depan Lawabg Sewu tidak ada lapangan parkir. Kalaupun membawa kendaraan, mobil diparkir di sebelahnya, dalam kondisi pinggir jalan yang sempit di pinggir kali. Naik taksi atau angkot adalah sarana paling aman dan mudah, kalopun naik motor, kondisinya mirip yaitu ruang parkir sangat terbatas.

       Untuk masuk ke dalamnya, pengunjung diwajibkan membayar tiket, Rp 10.000,- untuk dewasa dan Rp 5.000,- untuk anak-anak. Untuk menyewa tour guide, tarifnya Rp 40.000,-. Di dalam kompleks gedung, kita bisa masuk ke museumnya, menjelajahi setiap ruangan, termasuk lantai atas. Untuk ruangan bawah tanah ditutup bagi pengunjung dengan alasan keamanan.

       Sabtu sore merupakan saat yang sempurna untuk menikmati sensai petualangn di Lawang Sewu. Bukan hanya karena cerita horornya yang melegenda, tetapi karena suasana ramai yang ceria. Banyak.muda mudi Semarang yang menghabiskan waktu di sini. Di tengah kompleks ada taman luas, di sini kita bisa bersantai sambil menikmati alunan musik dari seniman lokal. Bagi keluarga, membawa anak anak ke lokasi ini juga bisa jadi rekreasi yang tak terlupakan, anak anak akan suka bermain dengan kereta lokomotif mini.

      Tidak ada alasan lagi untuk tidak ke sini, Lawang Sewu bukan hanya Ruang Seribu Pintu, tapi juga bangunan seribu cerita, seribu kegembiraan dan seribu pengalaman. Kalau sempat ke Semarang, jangan lupa mampit ke sini ya.

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Malam Minggu di Lawang Sewu, Seru!"

Post a Comment