Hubungan KPOP Idol dan Perekonomian Korea Selatan




       Ada gak sih, hubungannya antara KPop Idol dengan perekonomian di Korea Selatan? Pernyataan ini sekilas terdengar konyol, namun kenyataannya hubungannya cukup signifikan. Heechul Super Junior dalam sebuah talkshow pernah menceritakan bagaimana fanatic fans berhubungan dengan ekonomi industri hiburan. “Jika fans mengidolakan seseorang, biasanya mereka cenderung membeli berbagai merchandise yang berhubungan denan idol itu.” Ketika para fans dari penjuru dunia membeli produk dari sebuah negara, maka tentunya negara diuntungkan dari sisi pajak pembelian, roda pekerekonomian yang berputar, kesempatan tenaga kerja, dan lain sebagainya. Nah, di situlah poinnya. Idol bukan hanya orang yang berbakat dan berbagi bakat dengan masyarakat umum. Namun mereka juga memiliki nilai jual yang bisa digandengkan dengan merchandise, produk, brand sebuah produk, organisasi bahkan mewakili negara.
     Tapi kali ini, kita tidak akan membahas mengenai merchandise dan ekonomi seperti yang diutarakan Heechul. Kpop Idol juga berimbas pada hubungan diplomatic dan pemasukan Korea Selatan dalam bidang pariwisata. Buktinya, baru-baru ini terungkap bahwa tingginya minat turis Taiwan datang ke Korea Selatan, salah satunya dipicu karea Tzuyu Twice. Lah? Apa hubungannya ya?
        Menurut sebuah data statistik yang dikeluarkan oleh organisasi Pariwisata Korea Selatan, pada  Agustus 2016, wisatawan manca negara yang datang ke Korea Selatan meningkat hingga 55,6%. Tahun sebelumnya 1,07 juta menjadi 1,66 juta wisatawan.  Walaupun beberapa waktu lalu dunia internasional dihebohkan dengan kasus MERS di Korea, ternyata hal tersebut tidak mempengaruhi minat masyarakat untuk mengunjungi negara gingseng ini. Di banding tahun 2014, turis yang datang ke Korea naik sebanyak 15%.
       Nah, dari banyaknya turis yang datang, Taiwan adalah negara yang paling besar mengirimkan warganya untuk jalan-jalan di Korea Selatan. Di banding tahun 2014, turis Taiwan meningkat 33%, sementara dibandingkan dengan tahun 2015, jumlah turis Taiwan yang datang meningkat 310%. Menurut pengamatan para pemerhati pariwisata, salah satu pemicunya adalah karena terpilihnya Tzuyu sebagai maskot JYP. Kepopuleran Tzuyu yang meroket drastis selama tahun 2015 hingga 2016. Tzuyu adalah gadis kelahiran Taiwan, dan usianya kini baru menginjak 18 tahun. Namun, kepribadiannya banyak dipuji masyarakat, karena selain apa adanya, ia juga mampu memberikan suasana yang ceria dalam setiap kehadirannya sebagai bintang tamu.
        Tzuyu yang cantik, juga dianggap sebagai pribadi yang kuat, karena hidup di negera orang untuk bekerja dalam persaingan dunia hiburan Korea Selatan yang dikenal sangat “kejam.” Sebelum menjadi idol, para calon idol harus memasuki masa-masa trainee yang berat, latihan fisik dan vokal. Di saat yang bersamaan, harus menjalani diet, menjaga kesehatan kulit, termasuk memantapkan kepribadian untuk bisa bertahan dan selalu menghibur.
       Dengan alasan tersebut, Tzuyu dianggap telah membuka peluang lebih lebar atas hubungan diplomatic Taiwan dan Korea Selatan melalui keberhasilannya menjaga nama baik Taiwan di Korea. Bagi masyarakat Taiwan, Tzuyu bisa menjadi inspirasi, remaja Taiwan yang berhasil dan “tahan banting.” Salah satu keberhasilan ini, tidak lain adalah karena kejelian JYP dalam mencari bakat-bakat muda dan mendidiknya menjadi super star. JYP, memang dikenal tidak hanya memiliki bakat tarik suara yang mumpuni, namun cerdas dalam dunia bisnis.

Sumber info dan foto: Koreaboo.com



Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Hubungan KPOP Idol dan Perekonomian Korea Selatan"

Post a Comment