Nishikigoi, Budaya Memelihara Ikan Koi di Jepang yang Kini bernilai Jutaan


sumber: ThePondDigger


      Tentu kita sering melihat ikan koi (ikan koki). Di Jepang, budaya memelihara ikan koi secara professional sudah dikembangkan sejak abad ke-19. Para peternak ikan Jepang saat itu, mulai melihat peluang membiakan ikan koi sebagai ikan hias yang berharga. Tahun 1914, hobi peternak ikan Koi di jepang mendapatkan perhatian dari salah satu menteri saat itu. Hingga akhirnya dikenallah acara pameran ikan koi yang disebut “Nishiki Koi.”
       Ikan Koi adalah salah satu simbol nasional Jepang. Secara umum ada tiga tipe ikan koi, (1) ikan koi hitam, (2) ikan koi dengan satu warna dan (3) ikan koi berwarna atau disebut “Nishiki Koi.” Ikan koi bewarna adalah jenis ikan yang paling mahal diantara ketiganya dan bukan jenis ikan untuk dimakan. Ikan ini umumnya dipelihara sebagai ikan hias untuk kolam. Salah satu pertimbangan keindahan ikan, dilihat dari pola warna dan sisiknya.
      Salah satu cara menarik turis untuk mengunjungi Jepang adalah dengan mengusahakan bidang pertanian dan peternakan. Menurut data dari Mitsubitshi Reasearch Institutte (MRI) di tahun 2015 bekerjasama dengan seorang professor dari Universitas Peking- Cina. Alasan turis datang ke Jepang, selain untuk belanja, fasilitas hotel dan tempat wisata lain, mereka juga ingin pergi ke wilayah pedesaan. Beberapa wilayah pedesaan memiliki pemandangan yang indah dan udara yang segar. Para turis yang tinggal di pusat kota, merindukan kehidupan pedesaan untuk menyegarkan pikiran mereka.
Saat ini, “Nishiki Koi” juga bisa diartikan sebagai turnamen ikan koi. Ikan koi yang dipamerkan ini kemudian dilombakan, yang terindah dan paling berkualitas bisa memenangkan puluhan ribu dolar Amerikan. Beberapa ikan-ikan mahal bernilai puluhan juta itu memiliki bentuk sebagai berikut:
1.       Ikan koi berusia 8 tahun, dengan panjang sekitar 50 cm ini bernilai US $ 60.000,-. Salah satu kelebihannya terletak pada pola warnanya, seperti cipratan tinta, serta sisiknya yang bewarna putih susu.
sumber: ThePondDigger

2.       Ikan koi naga atau “Ki Kokukryu Koi.” Jika diperhatikan seksama, ikan jenis ini memiliki warna dasar sisik yang perak. Sementara pola bercak-bercaknya (merah/ orange) nampak harmonis dengan warna hitam.
sumber: ThePondDigger

3.       Ikan ini merupakan koi yang langka, langka karena warnanya hanya hitam, padahal koi ini jenisnya adalah ikan koi warna. Namun warna dominannya hanya perak dan hitam.
sumber: ThePondDigger

4.       Ini ikan menjuarai “Nishiki Koi 2016”, warna dasar sisiknya merah jambu keperakan dengan satu warna di dahi ikan. Kalau dilihat penampilannya, ikan ini sangat menarik perhatian.
sumber: Jung Huh

5.       Ikan koi emas yang juga menjadi juara dalam “Nishiki Koi 2016,” walaupun merupakan bagian dari tipe ikan koi warna, namun warna dominannya hanya emas. Keindahan lain yang bisa dilihat dari ikan ini adalah sisiknya yang berkilau.
Sumber: Jung Huh

Siapa tau, budi daya ikan koi ini di Indonesia bisa menjadi besar seperti di Jepang, sehingga bisa membawa peluang usaha yang baru.  
Sumber informasi: channel youtube “ThePonDigger”, channel youtube “Jung Huh,” dan http://toyokeizai.net/articles/-/101925,

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Nishikigoi, Budaya Memelihara Ikan Koi di Jepang yang Kini bernilai Jutaan"

Post a Comment