“YOLO” Gaya Hidup Sendirian Makin di Korea Selatan


sumber: ghanacelebrities.com


    Korea Selatan adalah salah satu negara yang sibuk di dunia, namun di tengah hiruk pikuk kegiatan warganya, banyak yang memilih gaya hidup sepi dengan tinggal sendirian.
    Salah satu kebiasaan warga korea selatan adalah menghabiskan waktu bersama dengan kolega, teman dan kerabat dengan cara makan atau minum bersama. Namun sepertinya saat ini, kebiasaan itu mulai sedikit demi sedikit berubah.  Kini banyak warga korea yang kurang nyaman berkumpul dengan teman dan kerabat dan memilih sendirian.
     Gaya Hidup ini dikenal dengan sebuatan “YOLO” (You Only Live One – atau Kamu hanya hidup sekali) dalam Bahasa Korea dikenal dengan istilah “Honhap.” YOLO ditandai dengan prinsip berbahagia dalam menjalani hidup, biasanya dianut oleh mereka yang belum menikah dan suka minum dan makan tanpa ditemani siapapun. Umumnya orang-orang yang hanya ingin fokus pada karir mereka yang menganut gaya hidup ini.
     Saking menjadi tren di tengah masyarakat, para pemasar dengan jeli melihat hal ini sebagai peluang. Maka dibuatlah berbagai program penjualan untuk menarik kalangan ini. Salah satunya adalah klub yang menyediakan pesta bagi para jomblowan atau jomblowati. Ada juga restoran yang mendisain meja khusus bagi mereka yang ingin makan sendirian. Bentuk meja makannya disekat-sekat untuk menjaga privasi pelanggan, seperti yang dilakukan oleh restoran bergaya Jepang bernama “Ichimen.”

sumber: Korea Joongang Daily

      Buat para wanita yang masih single namun ingin merasakan sensasi foto pernikahan, sebuah perusahaan foto juga menawarkan program khusus bernama “Single wedding.” Tanpa ada calon pengantin, seseorang bisa menggunakan gaun pengantin dan foto pernikahan. 

sumber: yonhap

       Di tengah peluang dalam menarik khalayak YOLO, banyak juga masyarakat Korea Selatan yang merasa prihatin dengan gaya hidup ini. Salah satunya datang dari Presiden Korea Selatan Moon Jae In. Rendahnya angka pernikahan dan keliahiran Korea Selatan, membuat presiden harus mengingatkan warganya, “Honhap bukan hanya sekedar hidup kesepian, tetapi juga akan  mengarah pada diet yang tidak seimbang, ini bisa membahayakan bagi kesehatan kaum muda.”
      Jika gaya hidup sendirian ini terus dibiarkan, tentu saja akan berpengaruh pada tradisi kehidupan masyarakat Korea keseluruhan. Selain mengancam generasi yang akan datang, sektor ekonomi juga akan mendapatkan imbasnya. 

Sumber tulisan: koreabooo.com, sumber foto : Korea Joongang Daily, yonhap, ghanacelebrities.com

Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "“YOLO” Gaya Hidup Sendirian Makin di Korea Selatan"

Post a Comment