Gerakan #MeToo di Korsel dan Tingginya Pelecehan Seksual


sumber: koreaboo.com


     Sekitar awal tahun 2018, di Korea Selatan mulai marak dengan pengakuan para wanita yang pernah dilecehkan secara seksual baik itu oleh bos perusahaan, rekan kerja, professor di kampus dan artis idola. Gerakan ini awalnya berasal dari Amerika Serikat di penghujung tahun 2017. Beberapa selebritis perempuan asal negeri Paman Sam, mengaku pernah mendapatkan pengalaman tidak nyaman dan dilecehkan oleh rekan kerja mereka, beberapa diantaranya adalah sutradara dan aktor.
Geraka #Metoo lalu menjalar ko Korea Selatan, diawali oleh pengakuan seorang perempuan yang pernah dilecehkan oleh profesornya, saat mengambil kelas akting.  Beberapa aktor dari negeri Gingseng yang kini sedang menjalani masa investigasi dari pihak berwajib antara lain:
1.       Choi Il Hwa,  pria yang sudah malang melintang di dunia akting selama 35 tahun ini mengawali karirnya dari peran-peran kecil. Saat ini ia mundur sebagai ketua dari Asosiasi Aktor Korea dan bersedia menerima segala konsekwensi hukum.
2.       Oh Tae Seok, adalah sutradara teater ternama, tuduhan padanya adalah karena telah menyentuh aisten wanitanya dengan tidak wajar
3.       Han Myung Gu, lelaki ini adalah professor yang mengajar di Seoul Institute of Art, beberapa siswanya mengaku pernah mendapatkan perlakukan yang tidak nyaman dan membuat pengaduan.
4.       Lee Youn Taek, pria beruban ini merupakan sutradara kreatif pada Teater Yeonheedan. Pelecehan seksual yang dilakukannya ke beberapa aktris membuat Lee Youn Taek harus berurusan dengan hukum
5.       Jo Min Ki, lelaki ini adalah aktor senior sekaligus professor yang mengajar pada Universitas Cheongju. Awalnya Jo Min Ki menolak tuduhan tersebut kemudian ia mengakuinya. Atas perbuatannya, pria ini didepak dari universitas dan agencynya.
6.       Jo Jae Hyun, aktris Choi Yul memberikan kesaksian atas perbuatan Jo Jae Hyun padanya. Setelah minta maaf, Jo Jae Hyun harus rela dihapus namanya dari serial yang sedang tayang  “Gross” di TvN, walau ia sebagai salah satu peran utama .
7.        Oh Dal Su dituduh telah melakukan pelecehan seksual pada seorang rekan kerjanya di teater di Busan pada tahun 90-an, namun saat ini ia menyangkal
8.         Nam Goongyeon, adalah seorang drummer ternama di Korsel. Seorang seniman tradisional mengaku pernah dilecehkan saat menggarap proyek bersama di studio. Melalui pengacaranya, Nam Goongyeon menyangkal tuduhan ini.

Pelecehan Seksual, Bunuh Diri dan Ketakutan Para Pria
     Gerakan #MeToo ternyata berimbas dalam kehidupan masyarakat Korea memperlihatkan betapa tingginya angka pelecehan seksual di Korsel, dan angka ini juga banyak terjadi di lingkungan universitas. Baik professor, orang biasa dan selebritis juga bisa masuk ke dalamnya. Berita terbaru menyebutkan, bahwa seorang gadis pernah dinodai ketika bertemu temannya yang sudah menjadi Idola. Wanita ini menyebutkan bahwa pria yang memulai debutnya di tahun 2010 bersama grup Idol adalah temannya di Busan dan memiliki suara yang indah. Saat wanita tersebut mabuk, pria ini melecehkannya.
     Melalui Koreaboo.com, respon masyarakat berbeda-beda. Para pejabat di kantor merasa tidak nyaman jika harus tugas luar kota dengan staf wanita. Kegiatan minum dan makan yang biasa dilakukan pekerja usai jam kantor menjadi cangggung, para karyawan pria menolak pergi dengan karyawan wanita karena khawatir dituntut jika terjadi apa-apa usai minum-minum dan mabuk.
Jo Min Ki, professor yang diduga sudah berkali-kali mengelabui mahasiswanya, akhirnya bunuh diri di lapangan parkir. Diduga Jo Min Ki tak kuasa menahan malu dan depresi atas kehancuran karirnya. (sumber: koreaboo.com).


Subscribe to receive free email updates:

0 Response to "Gerakan #MeToo di Korsel dan Tingginya Pelecehan Seksual"

Post a Comment